BN Indonesia, Jakarta - Bursa mata uang digital Gemini mengumumkan pada Kamis, 9 Oktober 2025 telah meluncurkan operasi di Australia. Langkah ini dilakukan seiring ekspansi perusahaan ke Australia dan menawarkan jasa layanan pertukaran mata duit digital untuk memenuhi permintaan nan terus meningkat.
"Kami pikir ada kesempatan pasar nan cukup bagi kami untuk membangun platform lokal,” ujar Head of APAC Gemini, Saad Ahmed di sela-sela konvensi mata uang digital TOKEN2049 di Singapura.
Ia menuturkan, pihaknya mempunyai beberapa pengguna institusional dari Australia. “Saya pikir itu adalah area lain di mana kami telah memandang beberapa pertumbuhan. Jadi, memiliki tim di lapangan, membangun upaya nan terlokalisasi nan dioptimalkan untuk pengguna Australia masuk logika bagi kami,” Saad Ahmed.
Adapun tingkat adopsi kripto di Australia naik menjadi 31% pada awal 2025, naik dari 28% tahun lalu, menurut the Australian Independent Reserve Cryptocurrency Index pada Februari.
Gemini nan berbasis di New York City, dipimpin oleh kerabat kembar miliarder Tyler dan Cameron Winklevoss, memulai debutnya di Nasdaq bulan lampau setelah mengumpulkan USD 425 juta alias Rp 7,02 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.526) dalam penawaran umum perdana.
Operasi Gemini di Australia
Peluncuran operasi Gemini di Australia, yang diberi nama Gemini Intergalactic Australia, akan memungkinkan perusahaan untuk menawarkan jasa pertukaran mata uang digital di negara tersebut setelah terdaftar di Pusat Pelaporan dan kajian Transaksi Australia (AUSTRAC) sebagai penyedia mata duit digital, demikian pernyataan perusahaan.
Sebelumnya, pelanggan di Australia dapat menggunakan platform Gemini tetapi dilayani melalui bagian dunia perusahaan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan kajian sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas untung dan kerugian nan timbul dari keputusan investasi.
Saham Perusahaan mata uang digital Gemini Melonjak saat Debut di Nasdaq
Sebelumnya, saham perusahaan mata uang digital Gemini Space Station reli 14% pada Jumat, 12 September 2025 saat debut di Nasdaq.
Mengutip CNBC, Sabtu (13/9/2025), saham Gemini dibuka di posisi USD 37,01 di Nasdaq, sekitar 32% di atas nilai saham perdana di USD 28. Pada suatu titik, saham sempat diperdagangkan di posisi USD 45,89. Saham Gemini ditutup menguat 14,3% di posisi USD 32.
Perusahaan nan berbasis di New York ini menetapkan nilai IPO pada Kamis malam di atas kisaran nilai nan diperkirakan USD 24-USD 26, dan kisaran awal antara USD 17-USD 19. Hal ini membikin valuasi perusahaan mencapai sekitar USD 3,3 miliar alias Rp 54,02 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.370) sebelum perdagangan dimulai.
Gemini nan beraksi sebagai bursa kripto didirikan oleh Winklevoss berkerabat pada 2014 dan mempunyai aset lebih dari USD 21 miliar alias Rp 343,78 triliun di platform hingga akhir Juli.
Berdasarkan pendaftaran di Komisi Sekuritas dan Bursa, Gemini membukukan kerugian bersih sebesar USD 159 juta alias Rp 2,6 triliun pada 2024. Kerugian menjadi USD 283 juta alias Rp 4,63 triliun pada paruh pertama 2025.
Prediksi nilai Bitcoin
Perusahaan ini menawarkan stablecoin nan didukung dolar AS, kartu angsuran dengan program reward berbasis mata uang digital dan jasa kustodian untuk institusi.
Winklevoss berkerabat termasuk di antara penanammodal bitcoin paling awal dan miliarder bitcoin pertama. Mereka telah percaya lama jika bitcoin adalah penyimpan nilai nan lebih unggul daripada emas. Mereka juga prediksi nilai bitcoin bakal mencapai USD 1 juta dalam satu dekade.
Pada 2013, mereka adalah nan pertama mengusulkan permohonan untuk meluncurkan biaya nan diperdagangkan di bursa bitcoin alias exchange trade fund (ETF), lebih dari 10 tahun sebelum ETF bitcoin pertama akhirnya disetujui.
Penolakan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) atas permohonan tersebut, yang menyebut akibat penipuan dan manipulasi pasar, membuka jalan bagi perdebatan ETF bitcoin di tahun-tahun berikutnya.
Bahkan di masa-masa awal, ketika bitcoin terkenal lantaran volatilitasnya nan ekstrem dan akar anti-kemapanannya, serta dijauhi oleh Wall Street, Winklevoss berkerabat secara terbuka menyuarakan perlunya izin pandai nan bakal menetapkan patokan bagi revolusi finansial nan dipimpin oleh kripto.
Perusahaan mata uang digital Gemini Kantongi Rp 6,96 Triliun dari IPO
Sebelumnya, perusahaan kripto Gemini Station meraih USD 425 juta alias Rp 6,96 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.399) dalam rangka penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO). Hal ini dengan nilai saham di atas kisaran nan ditawarkan.
Mengutip Channel News Asia, Jumat (12/9/2025), perusahaan nan dipimpin oleh miliarder kembar Tyler dan Cameron Winklevoss ini menjuadl sekitar 15,2 juta lembar saham. Harga saham perdana nan dipatok USD 28 per saham setelah menawarkan dengan nilai USD 24-USD 26.
Nilai IPO Gemini mencapai USD 3,33 miliar alias Rp 54,61 triliun tanpa dilusi berasas kalkulasi Reuters. Kisaran nilai IPO dinaikkan awal pekan ini dari USD 17 hingga USD 19, menekankan tingginya permintaan investor.
Perolehan biaya IPO
Gemini nan berbasis di New York City telah membatasi hasil IPO sebesar USD 425 juta, sebuah langkah nan jarang terjadi, meskipun penawaran tersebut menarik pesanan lebih dari 20 kali lipat dari saham nan tersedia, Reuters melaporkan sebelumnya pada hari itu
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·