7 Crypto Trending Karena Token Unlock Rp10,8 Triliun Yang Mendadak Jadi Radar Whale

Sedang Trending 11 bulan yang lalu

BN Indonesia - Pasar cryptocurrency kembali ramai setelah laporan Tokenomist menyoroti agenda token unlock bernilai lebih dari USD 653 juta atau sekitar Rp10,8 triliun dalam rentang 27 Oktober hingga 3 November 2025. Angka sebesar itu bukan sekadar headline, karena token unlock sering memengaruhi suplai beredar, likuiditas, serta psikologi pasar altcoin. Dalam pekan yang sama, sejumlah aset langsung naik ke daftar pantauan karena investor besar cenderung membaca momen ini sebagai peluang, sekaligus risiko.

Token unlock pada dasarnya adalah pelepasan token yang sebelumnya “terkunci” dalam skema vesting, misalnya untuk tim, investor awal, ekosistem, atau insentif komunitas. Ketika periode kunci berakhir, token masuk ke sirkulasi secara bertahap atau sekaligus. Jika aliran token baru bertemu permintaan yang kuat, pasar bisa menyerapnya tanpa guncangan berarti. Namun bila permintaan melemah, suplai tambahan dapat menimbulkan tekanan jual yang membuat harga bergerak liar.

Di antara sejumlah proyek yang disebut, SUI dan GRASS menjadi dua nama yang paling menyita perhatian karena nilai dan skala pelepasannya terlihat menonjol. Sementara itu, proyek mapan seperti Solana dan Dogecoin kembali jadi perbincangan karena mekanisme unlock harian bernilai besar. Ada pula token bertema politik TRUMP yang memantik spekulasi volatilitas. Bagi whale, kombinasi faktor tersebut menciptakan satu kata kunci, yakni momentum.

Mengapa token unlock sering mengubah peta pergerakan altcoin

Token unlock sering dipersepsikan sebagai “ujian likuiditas” bagi sebuah proyek. Saat token baru keluar dari jadwal vesting, pasar akan menilai apakah permintaan organik benar-benar ada, atau harga selama ini lebih banyak ditopang ekspektasi. Inilah alasan mengapa agenda unlock kerap memicu kenaikan volume, lonjakan volatilitas, dan perubahan cepat pada sentimen.

Di level praktis, ada dua model yang paling sering dibahas. Pertama adalah cliff unlock, yakni pelepasan token dalam jumlah besar pada satu waktu. Kedua adalah linear unlock, pelepasan token secara bertahap, sering kali harian. Cliff cenderung memicu reaksi tajam karena pasar harus menyerap suplai sekaligus. Linear bisa terasa lebih “halus”, tetapi jika nominalnya besar, dampaknya tetap signifikan, terutama bila terjadi terus-menerus.

Dalam periode 27 Oktober hingga 3 November 2025, proyek yang memimpin percakapan adalah SUI. Tokenomist menempatkan SUI sebagai unlock bernilai terbesar pekan itu, sekitar 43,96 juta token dengan nilai sekitar USD 119,13 juta atau kurang lebih Rp1,97 triliun. Meski porsinya sekitar 1,21 persen dari suplai, ukuran nominalnya cukup untuk mengubah dinamika jangka pendek, terutama bila ada arus token yang masuk ke bursa.

Berikutnya, GRASS mencuri panggung karena skala persentasenya yang ekstrem. GRASS disebut akan melepaskan sekitar 181 juta token senilai USD 80,73 juta atau kira-kira Rp1,34 triliun, dengan porsi sekitar 72,40 persen dari suplai yang belum dirilis. Di mata pasar, angka persentase seperti ini bisa memicu dua narasi yang saling berlawanan: peluang likuiditas yang lebih sehat atau risiko tekanan jual yang lebih besar, tergantung perilaku pemegang token setelah unlock.

Baca Juga Berita Lain: Informasi Tentang Berita Crypto

Nama berikutnya yang sering disebut adalah EIGEN. Menurut rangkuman yang dilansir Cryptopolitan, EIGEN dijadwalkan melepas sekitar 36,82 juta token senilai USD 43,82 juta atau sekitar Rp727 miliar, dengan porsi sekitar 12,10 persen dari suplai. Model seperti ini sering dikaitkan dengan cliff unlock yang dapat meningkatkan perputaran token. Bagi trader, EIGEN menarik karena potensi pergeseran order book biasanya lebih terasa ketika pasokan baru datang sekaligus.

Untuk kategori linear unlock bernilai besar, Solana masuk radar karena pelepasan harian yang konsisten. Angkanya disebut sekitar 494.930 token per hari senilai USD 100,84 juta atau sekitar Rp1,67 triliun, meski porsinya kecil dibanding suplai beredar. Di sinilah perbedaan “persentase” dan “nominal” terlihat jelas: meski persentasenya tampak tipis, nilai harian yang besar sering cukup untuk memancing spekulasi, terutama ketika pasar sedang sensitif terhadap arus likuiditas.

Token TRUMP juga ikut menjadi pembicaraan karena mekanisme unlock hariannya yang relatif besar, sekitar 4,89 juta token senilai USD 30,66 juta atau sekitar Rp509 miliar, dengan porsi sekitar 2,45 persen dari suplai beredar. Token bertema politik cenderung bergerak mengikuti gelombang sentimen dan perhatian publik. Akibatnya, agenda unlock sering diperlakukan sebagai pemicu volatilitas jangka pendek, bukan sekadar peristiwa teknis.

Dogecoin, yang kerap disebut tidak pernah benar-benar keluar dari radar, juga tercatat melepas sekitar 95,91 juta token per hari senilai USD 19,87 juta atau sekitar Rp330 miliar. Porsinya disebut sekitar 0,06 persen dari suplai beredar, sehingga terlihat “kecil” secara persentase. Namun DOGE punya kekuatan yang berbeda, yakni ketahanan narasi komunitas dan dorongan sentimen media sosial. Dalam kondisi tertentu, pasar bisa mengabaikan tekanan suplai karena permintaan spekulatif tiba-tiba meningkat.

Terakhir, ada kelompok token yang turut dipantau karena distribusi harian yang menguat, yakni ETHFI, TIA, dan POL yang dikaitkan dengan Polkadot. Angkanya disebut berada di kisaran ETHFI sekitar 8,53 juta token senilai sekitar Rp148 miliar, TIA sekitar 5,82 juta token senilai sekitar Rp104,8 miliar, dan POL sekitar 2,30 juta token senilai sekitar Rp123,1 miliar. Ketika beberapa aset sekaligus mengalami aliran token baru, pelaku pasar biasanya lebih selektif, memilih proyek yang menunjukkan aktivitas ekosistem kuat agar suplai tambahan bisa terserap.

Apa yang biasanya dicari whale saat suplai baru masuk pasar

Ketika agenda unlock menjadi sorotan, whale umumnya tidak sekadar melihat angka token yang dirilis. Mereka memperhatikan ke mana token itu bergerak setelah unlock. Salah satu sinyal yang sering dipantau adalah apakah token dari alamat vesting mulai berpindah ke bursa. Jika arus ke bursa meningkat, pasar cenderung menilai potensi tekanan jual lebih besar. Sebaliknya, jika token tetap bertahan di dompet atau dialihkan ke staking, dampak negatifnya bisa lebih terbatas.

Whale juga membaca struktur pasar: kedalaman order book, perubahan volume, serta respons harga di level-level kunci. Dalam fase unlock besar, pergerakan harga bisa tampak “tidak logis” bagi ritel karena pelaku besar kadang sengaja menunggu reaksi panik untuk masuk bertahap. Di sisi lain, ada pula skenario di mana whale justru memanfaatkan reli sebelum unlock untuk keluar lebih cepat. Karena itu, token unlock adalah peristiwa yang menarik sekaligus berisiko.

Takeaways paling relevan bagi investor ritel adalah disiplin. Agenda unlock bukan sinyal otomatis untuk beli atau jual, melainkan informasi untuk mengatur strategi. Jika Anda memegang salah satu aset yang sedang unlock, pertimbangkan rencana risiko, hindari keputusan impulsif, dan perhatikan likuiditas. Jika Anda sedang mencari peluang, fokus pada data, bukan hype, serta pahami bahwa volatilitas bisa meningkat saat suplai baru masuk.

Penulis & Editor : (Bn)

↑