BN Indonesia - Jalan Slamet Riyadi bukan sekadar jalan protokol terpanjang di Solo. Koridor ini adalah “urat nadi” kota yang menyatukan ritme transportasi, ruang publik, dan tradisi makan warga dari pagi sampai larut malam. Dari jalur Bus Tingkat Werkudara hingga keramaian Car Free Day, kawasan ini selalu punya alasan untuk didatangi, terutama jika tujuan Anda satu: makan enak tanpa bingung memilih.
Di 2025, Slamet Riyadi makin terasa sebagai peta rasa. Ada restoran klasik yang jadi rujukan jamuan keluarga, tempat makan rumahan yang ekonomis, destinasi sate kambing yang melegenda, hingga titik-titik kudapan dan wedangan yang membuat Solo terasa hangat. Berikut panduan 12 tempat makan yang layak Anda coba saat menyusuri jalur paling hidup di kota ini.
Kenapa Slamet Riyadi Jadi Jalur Kuliner Paling Strategis di Solo
Banyak orang baru sadar, perjalanan kuliner di Slamet Riyadi bisa terasa seperti “tour rasa” yang rapi: mulai dari menu tradisional yang aman untuk semua lidah sampai spot malam yang bikin lupa waktu. Kuncinya ada pada akses, variasi, dan reputasi tempat makan yang sudah teruji puluhan tahun.
Di satu sisi, jalur ini ramah untuk pelancong karena berada dekat pusat aktivitas kota, hotel, pusat belanja, dan titik-titik wisata. Di sisi lain, Slamet Riyadi hidup dari kebiasaan warga lokal. Itu penting, karena tempat makan yang ramai oleh orang Solo biasanya konsisten dari segi rasa, porsi, dan pelayanan, bukan sekadar viral sesaat.
Yang membuatnya menarik, karakter kuliner di sepanjang koridor ini juga “berlapis.” Anda bisa memulai hari dengan comfort food khas Jawa, beralih ke makan siang yang lebih rapi untuk rapat atau keluarga, lalu menutup malam dengan wedangan dan sate-satean. Ini menjadikan Slamet Riyadi bukan cuma lokasi makan, tapi pengalaman urban yang menyatu dengan gaya hidup kota.
Jika Anda ingin rute yang efisien, gunakan Slamet Riyadi sebagai poros utama, lalu sesekali “menepi” ke area yang masih terhubung dekat, terutama saat mengejar oleh-oleh atau kuliner yang memang ikonik meski tidak persis di badan jalan utamanya.
Baca Juga Berita Lain: Informasi Tentang Berita Lifestyle
Empat Resto Ikonik untuk Makan Nyaman dari Siang sampai Malam
Untuk pengalaman makan yang paling aman dan “menyeluruh,” banyak orang memulai dari Adem Ayem Resto di Jl. Slamet Riyadi No.342, Penumping, Laweyan. Ini tipe restoran keluarga yang kuat di menu Solo seperti gudeg, timlo, selat Solo, sampai opor komplit, dengan suasana luas yang nyaman untuk rombongan. Rasa yang stabil membuatnya sering jadi patokan: kalau baru pertama kali kulineran di Solo, mulai dari sini jarang mengecewakan.
Jika Anda mengejar suasana yang lebih formal, Kusuma Sari Restaurant di Jl. Slamet Riyadi No.111, Kemlayan, Serengan, menawarkan pengalaman yang terasa “berkelas” tanpa meninggalkan akar rasa lokal. Variasi menunya lebar—Indonesia, Chinese food, sampai sentuhan Eropa—cocok untuk jamuan keluarga, makan dengan kolega, atau momen spesial yang butuh tempat lebih tenang.
Berikutnya, Rumah Makan Lampu Idjo di Slamet Riyadi St No.496, Purwosari, Laweyan, adalah pilihan realistis untuk Anda yang ingin masakan rumahan dengan harga bersahabat. Konsep nasi rames dan lauk yang variatif membuat tempat ini ideal untuk makan cepat, tapi tetap puas. Di sini, keunggulannya bukan gimmick, melainkan rasa rumahan yang terasa “jujur.”
Dan jika Anda datang ke Solo tanpa mencicipi kambing, rasanya seperti pulang tanpa cerita. Sate Kambing Mas Di di Jl. Slamet Riyadi No.162B, wilayah Kartasura, dikenal karena olahan kambing yang juicy dan minim prengus. Sate buntel dan tongsengnya sering jadi pesanan yang membuat orang paham kenapa Solo punya reputasi kuat untuk menu kambing.
Kudapan dan Tempat Singgah yang Pas untuk Jeda Perjalanan
Satu nama yang sulit dipisahkan dari Solo adalah Serabi Notosuman Ny. Handayani di Jl. Moh. Yamin No.51, Kratonan, Serengan. Walau lokasinya sedikit bergeser dari poros Slamet Riyadi, statusnya sebagai oleh-oleh wajib membuatnya tetap masuk rute. Serabi tipis yang digulung, pilihan original atau cokelat, memberi sensasi ringan tapi nagih—cocok untuk bekal perjalanan atau camilan sore.
Untuk suasana santai, Lesehan Burung Dara Mbak Tini di area Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan, hadir sebagai opsi makan yang tidak ribet. Konsep lesehan memberi rasa akrab, sementara menu burung dara dengan sambal dan lalapan memuaskan mereka yang ingin makan “nendang” tanpa harus suasana formal.
Ketika selera Anda ingin bergeser dari masakan Jawa, RM Sederhana Padang Kleco di Jl. Slamet Riyadi No.469, Pajang, Laweyan, bisa jadi penyelamat. Rendang, gulai, ayam pop, dan lauk-lauk kaya rempah memberikan variasi yang membuat rute kuliner Anda tidak monoton, terutama kalau Anda sudah beberapa hari di Solo.
Sementara itu, SFA Steak & Resto Kampung Sewu di Jl. RE. Martadinata No.286, Sewu, Jebres, cocok untuk Anda yang mencari nuansa modern. Menu steak, fusion, dan pilihan hidangan yang lebih kekinian membuat tempat ini sering jadi titik makan malam anak muda atau keluarga yang ingin suasana berbeda dari resto klasik.
Ikon Kuliner Malam yang Membuat Solo Terasa Hidup
Untuk pengalaman malam khas Solo, Nasi Liwet dan Gudeg Mbak SRI Keprabon Kulon di Kulon Jl. Teuku Umar No.14, Keprabon, Banjarsari, menghadirkan nasi liwet gurih dengan areh yang kaya rasa. Ini tipe kuliner yang terasa sederhana, tetapi justru di situlah kekuatannya: hangat, wangi daun, dan cocok untuk “menutup hari” dengan rasa khas Solo.
Bila Anda ingin mencoba hidangan yang sering disebut bistik Jawa, Selat Vien’s Solo Grand Mall di Solo Grand Mall Lantai 3, Penumping, Laweyan, menawarkan selat Solo yang ringan namun berkarakter. Perpaduan kuah kaldu manis, sayur rebus, kentang, dan daging membuatnya cocok untuk Anda yang ingin menu berbeda dari nasi dan sate, tetapi tetap identik dengan Solo.
Jika Anda tipe pemburu kuliner subuh, Gudeg Ceker Bu Kasno di Jl. Wolter Monginsidi No.41–43, Setabelan, Banjarsari, terkenal dengan cekernya yang lembut dan gurih. Daya tariknya bukan hanya rasa, tetapi juga suasana: antrean, jam yang tidak biasa, dan sensasi “makan saat kota belum sepenuhnya bangun.”
Terakhir, untuk ngobrol santai tanpa tekanan, Wedangan Pak Dhie di Jl. Sutan Syahrir, Setabelan, Banjarsari, memberi pengalaman khas angkringan Solo. Nasi kucing, sate-satean, roti bakar, dan wedang jahe atau ronde menghadirkan penutup yang paling pas: murah, hangat, dan membuat Solo terasa ramah.
Penulis & Editor : (Bn)
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·